Kamis, 12 April 2012

PENATALAKSANAAN EKSTRAVASASI


1.      Pendahuluan
           
Kanker merupakan penyakit yang paling ditakuti dan mencemaskan dari semua penyakit. Pasien yang menderita kanker akan mengalami program perawatan yang lama, prosedur pemeriksaan yang rumit dan dampak pengobatan yang tidak menyenangkan. Salah satu pengobatan kanker yang sering dilakukan adalah kemoterapi yaitu dengan memberikan obat-obat sitostatika.

Obat obat sitostatika banyak yang diberikan secara intra venus baik secara bolus maupun drip. Karena obat ini bersifat karsinogenik maka perlu penanganan yang aman dalam pemberian kemoterapai. Yang paling ditakutkan bila terjadi ekstravasasi yaitu masuknya obat ke jaringan yang dapat merusak jaringan , hal ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan merugikan pasien. Oleh karena itu pemberian obat sitostatika harus diberikan oleh perawat yang telah  mendapat pengetahuan dan ketrampilan mengenai kemoterapi.

2.            Pengertian

Ekstravasasi adalah terjadinya  infiltrasi obat kemoterapi yang vesikan atau iritan dari vena ke jaringan sekitarnya.
Vesikan adalah obat kemoterapi yang mengakibatkan kerusakan jaringan. Misalnya obat daunorubicin, doxorubicin, epirubicin,vincristin,      vinblastin, dacarbazine, dactinomysin.
Iritan
adalah obat kemoterapi yg menyebabkan rasa sakit pada lokasi penusukan sepanjang vena dg atau tanpa implamasi. Misalnya obat etoposide, carmustine, plicamycin,

3.            Faktor -faktor resiko terjadinya ekstravasasi

¨      kelemahan vena, mudah pecah dan diameter kecil
¨      integritas vasculer berkurang sehingga elastisitas berkurang
¨      edema
¨      trauma penusukan canul
¨      bekas area radiasi
¨      jenis kanul
¨      konsentrasi obat sitostatika 
¨      jumlah obat terinfiltrasi
¨      lama jaringan terkena infiltrasi obat
¨      ketidak mampuan pasien berkomunikasi

4.            Pencegahan ekstravasasi

¨      Oplos obat dengan jumlah pelarut yang sesuai
¨      Gunakan vena yang tepat (lurus, lembut, tidak pada daerah pergelangan, fossa antekubiti)
¨      Hindari penusukan kanul berulang pada tempat yang sama
¨      Gunakan penutup area penusukan kanul yang mudah terlihat
¨      Cek kepatenan vena dengan cairan fisiologis sebelum pemberian obat
¨      Observasi daerah yang diinfus selama pemberian obat
¨      Komunikasi selama pemberian terutama via bolus
¨      Lakukan pembilasan setiap pemberian obat.

5.            Gejala ekstravasasi
Dibedakan menjadi:
¨      Gejala ekstravasasi segera
mengeluh rasa terbakar, perubahan pada kulit menjadi merah muda atau merah menyala
¨      Gejala ekstravasasi setelah beberapa minggu
Perubahan kulit makin nyata,  terjadi pengerasan, rasa panas makin meningkat
¨      Gejala ekstravasasi setelah beberapa minggu berikutnya
luka nekrotik kadang sampai perlu pembedahan, ulkus yang melebar
¨      Kemungkinan kerusakan permanen
Komplikai jangka panjang  akibat dari penebalan jaringan  nekrotik merusak struktur persyarafan dan  pembuluh darah.

6.            Parameter pengkajian keperawatan ekstravasasi

¨      Nyeri,  pasien mengeluh nyeri sekali atau rasa terbakar
¨      Kemerahan, disekitar area penusukan, tidak selalu ada pada awal  
¨      Luka, terjadi setelah beberapa minggu
¨      Bengkak, terjadi segera
¨      “ Blood return “ tidak ada
¨      Perubahan kwalitas tetesan infus

7.            Penanganan ekstravasasi

¨      Stop infus kanul jangan dicabut
¨      Aspirasi darah dari kanul
¨      Aspirasi jaringan subcutan apabila memungkinkan
¨      Beri antidote sesuai obat sitostatika secara iv
¨      Cabut canul
¨      Beri antidote sesuai dengan obat sitostatika secara subcutan dengan jarum 1ml searah jarum jam.
¨      Hindari perabaan  pada area ekstravasasi
¨      Lakukan pemotretan untuk dokumentasi
¨      Berikan kompres dingin, kecuali  vincristin kompres hangat
¨      Istirahatkan    ekstremitas dan tinggikan selama 48 jam
¨      Observasi secara teratur    terhadap rasa  nyeri,  bengkak, kemerahan, keras atau nekrosis
¨      Beri terapi anti nyeri
¨      Lakukan dokumentasi : tgl, waktu, jenis vena, ukuran kateter, berapa kali penusukan, urutan pemberian obat, jumlah, keluhan pasien, tindakan yang dilakukan, keadaan area ekstravasasi , lapor dokter, nama jelas

8.            Daftar obat  kemoterapi  vesikan & antidote

NO
NAMA OBAT
ANTIDOTE

1
ALKYLATING AGENT
            Chlorambucil
            melphalan
            busulfan
            cyclop
            ifosfamide

         Larutkn 1,6 cc thiosulfat 25 %    dg 8,4 cc aquadest steril, suntikan 1 - 4 cc  scr IV & SC   ke area  ekstravasasi
         Beri kompres dingin

2
ANTIBIOTICS
         dacarbazine
         daunorubicin
         doxorubicin
         epirubicin
         idarubicin
         mitomycin
         Hidrokortison 100mg/cc disuntikan 0,5 cc scr IV & 0,5 cc SC  & beri kompres dingin
         Dexametason 4mg/cc disuntikan  0,5c IV & 0,5 cc SC, beri kompres dingin
         Topical DMSO 1-2ml dr 1mmol DMSO 50%-100%

3
VINCA ALKALOID
         vinblastin
         vincristin

         Hyaluroidase(wydase)
 150   u/cc  +  1cc  nacl, suntikan 1-6cc   SC & beri kompres hangat   

4
LOKAL ANTIDOTE
         Daunorubicin
         Doxorubicin
         Mitomycin

         Pendinginan topikal: ice packs
         Pendinginan dengan air mengalir: cryogel packs
         Toleransi ps thd pendinginan selama 24 jam & istirahatkan ekstremitas 24-48 jam



9.            Penutup

Seorang perawat adalah individu yang paling beresiko penyebab timbulnya ekstravasasi. Oleh sebab itu perawat harus mempunyai tingkat pemahaman terhadap seluruh aspek kemoterapi dan bekerja sesuai dengan proseduryang telah ditetapkan.   Selama perawat bekerja sesuai prosedur serta menggunakan proteksi yang aman kontak dengan  kemoterapi bukanlah hal yg menakutkan.

10.        Contoh protocol obat kempoterapi FAC (5Fu, Adriamisin dan Ctx)

Jam ke   no         nama cairan/ obat               jumlah     kecepatan

00.00      1.          Inf. Nacl 0,9 %                    100cc       30 mnt
00.05      2.          Inj. Indexan                          8 mg         IV bolus
00.10      3.          Inf. Narvoz                           4 mg        30 mnt
                            dlm nacl 0,9 % 50 cc
00.40      4.          Inf. Nacl o,9 %                    100cc        30 mnt
                            + 5FU                                   750 mg
01.10      5.          Inf. Nacl 0,9 %                     100cc        guyur
01.15      6.          Inf.nacl 0,9 &                       100 cc       30 mnt
                            + Adriamicyn                       75 mg    
01.45      7.          Inf. Nacl 0,9 &                     100 cc       guyur
01.50      8.          Inf. Nacl 0,9 %                     100 cc        60 mnt
                            + Ctx                                    750 mg
02.50      9.          Inf. Nacl 0,9 %                     100 cc      30 mnt
03.10    10           aff infus
                        atau sesuai instruksi selanjutnya

11.        Gambar area ekstravasasi yang telah terjadi luka



12.  Referensi

British Columbia Cancer Agency.(2006).  Extravasation of chemotherapy, prevention and management.diambil tanggal 30 Oktober 2007 dari http://
Cancer medicin. 5ed.(2000).Chemotheraphy extravasation. diambil tanggal 30 Oktober 2007 dari www.BCDecker.com.
Shierly E. Otto (2001). Oncology Nursing.(4 th ed). St. Louis: Mosby Company.
Susan B. Baird, Ruth McCorkle, Marcia Grant ( 1996 ). Cancer Nursing ;
 a comprehensive textbook. Philadelphia. W.B. Saunders Company
Yasko, Joyse.M.(1983). Nursing management of symptoms associated with chemotheraphy. Reston Pubblisitng Company.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar